RINA


 Pertanian bukanlah sekadar pilihan, melainkan sebuah tanggung jawab untuk terus mengembangkan, mulai dari budidaya hingga hasil pertanian, yang menjadi bagian dari lima subsistem agribisnis. Di perguruan tinggi, pengenalan PKKMB adalah kewajiban bagi dosen dan mahasiswa untuk mengenalkan lingkungan kampus sebelum mereka memulai kuliah. Banyak momen yang tidak bisa disusun satu per satu, namun sebagai jurusan agribisnis, penting bagi kita untuk memahami pilar-pilar atau berbagai jenis agribisnis. Dengan memahami ini, mahasiswa baru tidak akan menghadapi kesulitan yang berarti dalam perjalanan kuliah mereka. Selain itu, sebagai mahasiswa yang mendekati akhir masa pengabdian, memberikan arahan adalah sebuah amal yang menuju kebaikan di dunia dan akhirat. Hal ini karena agama dan ilmu pengetahuan selalu berjalan berdampingan, seperti yang dikatakan oleh para sejarawan di masa lalu. Kehidupan dalam agama dan ilmu pengetahuan tidak akan kehilangan arah. Tujuan dari keduanya adalah memberikan ketenangan, sama seperti ungkapan berikut:


"Ilmu tanpa agama adalah buta, agama tanpa ilmu adalah lumpuh. "


Oleh karena itu, keduanya harus berjalan seiring dan seimbang seperti yang tertulis di atas. Selamat datang, mahasiswa baru. Ada beberapa subsistem agribisnis yang perlu dipahami agar tidak salah langkah dalam perjalanan menuju kesuksesan dan agar tidak terhambat karena kurangnya pemahaman tentang pilar-pilar penting di prodi agribisnis. Mari kita simak dengan baik.


1. Subsistem pengadaan sarana produksi mencakup benih, bibit, pupuk, obat-obatan, dan alat mesin pertanian. Subsistem ini sangat penting sebagai langkah awal dalam agroindustri hulu, di mana pertanian atau perkebunan dapat berjalan dengan baik jika semua sarana dan fasilitas tersedia secara memadai.


2. Subsistem produksi usaha tani adalah cara petani mengelola sumber daya alam untuk menghasilkan produk pertanian yang berkualitas tinggi. Produksi usaha tani memanfaatkan tanah, air, tenaga kerja, modal, pupuk, pestisida, serta teknologi pertanian yang tepat.


3. Subsistem pengolahan dan industri hasil pertanian (agroindustri hilir) melibatkan kegiatan ekonomi yang mengolah hasil pertanian menjadi produk olahan. Produk tersebut bisa dikonsumsi atau dijual di pasar lokal maupun internasional. Agroindustri hilir berperan dalam menciptakan output, nilai tambah, dan impor. Contoh industri hilir atau pangan meliputi susu, minyak goreng, margarin, dan tepung terigu. Industri tekstil juga termasuk, seperti benang, tenunan, dan pewarna.


Tujuan dari pengolahan agroindustri adalah untuk mempermudah transportasi bahan baku, menjaga agar bahan baku diterima konsumen dengan baik, serta memperpanjang umur simpan bahan baku. Selain itu, tujuan ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai dalam rantai produksi dan menciptakan keunggulan kompetitif.


4. Subsistem pemasaran melibatkan kegiatan dan proses terkait promosi, distribusi, dan penjualan produk pertanian. Dalam agribisnis, subsistem pemasaran sangat penting karena dapat mengembalikan modal dan memperoleh keuntungan. Pemasaran adalah bagian dari sistem informasi yang bekerja untuk mengumpulkan dan menganalisis data terkait pemasaran. Untuk mengembangkan pemasaran, diperlukan upaya dalam membangun integritas dan relasi. Integritas dan relasi hanya dapat dicapai jika pemahaman saat membaca buku tidak sekadar membaca, tetapi mampu memahami makna dari setiap bacaan, karena satu kata bisa memiliki banyak arti tergantung pada kamus KBBI. Tentunya, integritas memberikan berbagai sudut pandang, sehingga relasi atau pertemanan tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga untuk banyak orang, dan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi negara.

5. Kelembagaan dalam subsistem ini bisa meliputi lembaga keuangan, kelompok petani, asosiasi petani, brigade pangan, serta Perseroan Terbatas (PT). Selain itu, ada juga lembaga pendidikan dan penelitian, organisasi pembiayaan, serta badan yang mengelola dana lingkungan hidup. Terdapat juga perhatian terhadap partisipasi masyarakat (SCF). Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.


Setiap komponen dalam agribisnis saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Subsistem kelembagaan memiliki peran penting dalam menjamin kelancaran dan keefektifan keseluruhan sistem agribisnis.


Setelah penjelasan di atas, diharapkan para mahasiswa baru dapat terus meningkatkan kemampuan dan membaca berbagai buku, baik yang berkaitan dengan pertanian, buku tentang inspirasi sejarah, buku mengenai kepahlawanan Indonesia, kisah para nabi, buku politik, ekonomi, hukum, KUHP, dan lainnya. Selain itu, jangan lupa setelah membaca, asahlah kemampuan berpikir kritis agar terus berkembang. Sambil menjalani perkuliahan, luangkan waktu untuk terlibat dalam kegiatan positif dan tentunya menjaga kedisiplinan dalam beribadah, akademik, serta organisasi.


Pemuda yang baik adalah mereka yang memiliki cita-cita untuk menjadi pemimpin yang dapat dicontoh, di mana tindakan mereka dan kemampuan berbicara di depan publik akan memberikan arah dan tujuan yang lebih baik di masa depan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mari bergerak, warga Mekkatta! Satu langkah PHBS, Sejuta Manfaat

Bisnis Berkah, Rezeki Melimpah: Jadikan Affiliate-mu Jalan Kebaikan.

filantropi, solidaritas global, dan diplomasi budaya